Rabu, 15 Desember 2010

TIDAK BERSALAH NAMUN MINTA MAAF (2, habis)

Assalaamu 'alaikum wa rohmatullohi wa barokaatuh,

Ini adalah kelanjutan kisah yang terdahulu,...
Sudah nyata lagi jelas, tidak ada kesalahan kita mengkritik yahudi. Ajaran Al-Quran amat terang, bagaimana kritikan terhadap yahudi adalah sesuatu yang diizinkan. Artinya, tindakan Nabi SAW adalah perkara yang tidak salah disisi Allah.

Naum begitu, bimbang hati Sofiyyah terluka disebabkan oleh tindakan Nabi mengkritik kaumnya, menyebabkan Nabi SAW memohon maaf terhadap istrinya, agar, akan terubatlah luka jika dia terluka. Atau menyelamatkan hati itu dari terluka, jika dia belum terluka.

Meneliti kepada hadits ini, ada dua dan tiga perkara yang boleh kita pelajari demi mencapai kehidupan bahagia antara suami dan istri. Antaranya adalah dengan menaiki kenderaaan bersama-sama. Juga, sering menjaga perasaan istri agar ianya tidak terluka, walaupun kadangkala sesuatu tindakan kita itu sememangnya benar, atau semenangnya tindakan istri kita itu memang salah.

Menegur kesalahan istri adalah wajib, jika tidak, pasti bengkok tulang rusuk semakin menjadi-jadi, namun begitu, teguran yang dilakukan hendaklah berhikmah. Penuh dengan segala kebijaksanaan, agar tulang yang bengkok itu walaupun tidak bisa diluruskan, tetapi sekurang-kuranya tulang yang bengkok itu tidak semakin bengkok.

Lihatlah Nabi SAW dalam hadits ini. walaupun Baginda SAW melakukan satu tindakan yang tidak salah di sisi Allah, bahkan tindakan itu adalah satu kebenaran, tetapi tetap meminta maaf kepada Sofiyyah, kerana khawatir hati Sofiyyah terluka.

Hati bila terluka, amat susah untuk diubati. Jika itu tidak diobati, dibimbangi melahirkan parut yang menjadi kenangan. Yang lebih bimbang, jika parut itu berdarah semula. Inikan pula hati perempuan yang diciptakan Allah dengan ciri-ciri kelembutan.

Sekian, wassalaamu ‘alaikum warohmatullohi wa barokaatuh.

[1] Musnad Abi Ya’la : 6963

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar